Minggu, 25 April 2010

Kecamatan Di Kabupaten Semarang


1.    KECAMATAN AMBARAWA
     Jl. Cipto Mangunkusumo 24 Ambarawa 50613 Tepl. 0298-591001  Fax. 0298-591002
 2.  KECAMATAN BANCAK
      Jl. Jend. Sudirman 7 Bancak 50772  Telp.024-7078209
 3.  KECAMATAN BANDUNGAN
     Jl. Sukorini No. 1 Bandungan  Telp. 0298-711585  Fax. 0298-711877
 4.  KECAMATAN BANYUBIRU
     Jl. Bayangkara 03 banyubiru 50664  Telp./Fax. 0298-591005
 5.  KECAMATAN BAWEN
    Jl. Sukarno hatta 54 50661  Telp./Fax. 0298-522003
 6.  KECAMATAN BERGAS
    Jl. Sukarno Hatta 68 Bergass 50552  Telp./Fax. 0298-523024
 7.  KECAMATAN BRINGIN
    Jl. Diponegoro 96 Bringin 50772   Telp./Fax. 0298-326321
 8.  KECAMATAN GETASAN
    Jl. Merbau Raya 27 Getasan 50774  Telp./Fax. 0298-318334
 9.  KECAMATAN KALIWUNGU
    Jl. Raya Ampel Kaliwungu 50777   Telp.081325728695
10.  KECAMATAN JAMBU
    Jl. Magelang 50 jambu 50663 Telp./Fax. 0298-591004
11.  KECAMATAN PABELAN
    Jl. Pemuda 102 Pabelan 50771 Telp./Fax. 0298-326878
12.  KECAMATAN PRINGAPUS
    Jl. Syech Basyarudin no.10 Pringapus    Telp./Fax. 024-6925072
13.  KECAMATAN SUMOWONO
    Jl. Sukorini 12 Sumowono 50662   Telp./Fax. 0298-711061
14.  KECAMATAN SURUH
    Jl. Raya Suruh Karanggede 50776   Telp./Fax. 0298-317116
15.  KECAMATAN SUSUKAN
    Jl. Raya Susukan 90 Susukan 50777   Telp./Fax. 0298-615044
16.  KECAMATAN TENGARAN
    Jl. Masjid Besar No.12 Tengaran   Telp./Fax. 0298-323019
17.  KECAMATAN TUNTANG
    Jl. Fatmawati 76 tuntang   Telp./Fax. 0298-326320
18.  KECAMATAN UNGARAN BARAT
    Jl. Kalimasada Raya I A Lerep   Telp./Fax. 024-6925770
19.  KECAMATAN UNGARAN TIMUR
    Jl. Arjuna No.1 Pringkurung-Kalongan-Ungaran timur     Telp.Fax. 024-70765090       

Sumber :
http://www.semarangkab.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=915&Itemid=297

Sumber Gambar:
http://piyudh.files.wordpress.com/2009/07/img_8414.jpg
http://www.info-mudik.com/image/foto/Bandungan.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/12499088.jpg

Potensi Wisata Alam Umbul Sidomukti Ungaran


Ketika sampai di wisata alam Umbul Sidomukti Ungaran,keindahan alam dan sejuknya udara pegunungan siap menyambut kedatangan para wisatawan yang datang kesana. Tak hanya itu, sejauh mata memandang anda akan dimanjakan dengan hamparan sawah berundak, hutan pinus, air terjun, dan sungai kecil. Begitu mempesona pegunungan yang mengelilingi kawasan wisata Umbul Sidomukti, karena letak tempat wisata tersebut berada tepat di lereng pegunungan Ungaran. 


Obyek Wisata Umbul Sidomukti Ungaran yang mulai dibuka pada tanggal 2 Agustus 2007 mampu memberikan wacana baru bagi dunia wisata. Selain potensi alam yang begitu mempesona, tempat wisata ini juga memberikan fasilitas permainan yang menantang adrenalin para wisatawan yang datang dengan biaya terjangkau. Diantaranya meluncur dengan flying fox lembah sepanjang 110 meter diatas ketinggian lembah 70 meter dengan harga tiket Rp 12.000,-, ada juga flying fox speed meluncur sepanjang 60 meter dalam waktu 7 detik dengan harga tiket Rp 7.000,-. Dan bagi wisatawan yang belum puas dengan sensasi meluncur diatas lembah, bisa mencoba rapplying dengan bermodalkan seutas tali menuruni tebing setingggi 30 meter dengan harga tiket Rp 7.000,-, atau memberanikan diri dengan permainan marine bridge ( meniti jembatan tali ) sepanjang 60 meter dan terombang – ambing di atas jurang hanya dengan harga tiket Rp 8.000,-.


Bagi wisatawan yang membawa buah hatinya, Umbul Sidomukti Ungaran juga memberikan fasilitas wisata edukatif bagi anak – anak. Dengan adanya taman berani yang sengaja dibuat untuk meningkatkan keberanian dan kreatifitas anak – anak untuk memecahkan permasalahan yang sengaja diberikan di taman tersebut. Tersedia pula camping ground atau lokasi kemah bagi pengunjung yang ingin menikmati, alam di lembah pegunungan Ungaran.


Tak cukup dengan menantang adrenalin para wisatawan, obyek wisata Umbul Sidomukti Ungaran juga memiliki kolam renang alam yang airnya selalu baru bersumber dari mata air Ngetihan yang bisa memancarkan semburan air secara alami, hingga mencapai 1,5 meter dari dasar kolam. Kolam renang tersebut berada di alam bebas, sembari berenang mata kita bisa memandang puas pegunungan alam sekitar yang begitu mempesona. Selain itu kolam renang Umbul Sidomukti  dinilai sebagai kolam renang tertinggi se – Indonesia bahkan Asia.


Maka tak heran jika hanya dalam waktu 3 tahun berjalan, wisata alam Umbul Sidomukti Ungaran telah mampu memikat para wisatawan domestik ataupun mancanegara. Dengan biaya terjangkau wisatawan dapat menikmati wisata alam sekaligus mampu menantang adrenalin. Harga tiket masuk hanya Rp 5.000,- bagi anak – anak, dan Rp 7.000,- bagi dewasa.


Diolah dari berbagai sumber dan liburan.info.com


Sumber :

http://bisnisukm.com/potensi-wisata-alam-umbul-sidomukti-ungaran.html

8 April 2010


Sumber Gambar:

http://cerijeri.blogspot.com/2009/04/umbul-sidomukti-ungaran.html

Geografi dan Topografi Kabupaten Semarang


GEOGRAFI 

 

Kabupaten  Semarang merupakan salah satu Kabupaten dari 29 kabupaten dan 6 kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Terletak pada posisi 1100 14' 54,74" - 1100 39' 3" Bujur Timur dan 70 3’ 57” – 70 30’0” Lintang Selatan. Luas keseluruhan wilayah Kabupaten Semarang adalah 95.020,674  Ha atau sekitar 2,92% dari luas Provinsi Jawa Tengah.

 

Ibu kota Kabupaten Semarang terletak di kota Ungaran.

 

Secara administratif  Kabupaten Semarang terbagi menjadi 19 Kecamatan, 27 Kelurahan dan 208 desa. Batas-batas Kabupaten Semarang adalah sebelah utara berbatasan dengan Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Boyolali. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kendal.

 
Ketinggian wilayah Kabupaten Semarang berkisar pada 500 - 2000m diatas permukaan laut (dpl), dengan ketinggian terendah terletak di desa Candirejo Kecamatan Pringapus dan tertinggi di desa Batur Kecamatan Getasan.  Rata-rata curah hujan 1.979 mm dengan banyaknya hari hujan adalah 104.  Kondisi  tersebut terutama dipengaruhi oleh letak geografis Kabupaten Semarang yang dikelilingi oleh pegunungan dan sungai diantaranya ; 
  • Gunung Ungaran, letaknya meliputi wilayah Kecamatan Ungaran, Bawen, Ambarawa dan Sumowono.
  • Gunung Telomoyo, letaknya meliputi wilayah Kecamatan Banyubiru, Getasan.
  • Gunung Merbabu, letaknya meliputi wilayah Kecamatan Getasan dan Tengaran.
  • Pegunungan Sewakul terletak di wilayah Kec.Ungaran.
  • Pegunungan Kalong terletak di wilayah Kec.Ungaran.
  • Pegunungan Pasokan, Kredo, Tengis terletak di Wilayah Kec.Pabelan.
  • Pegunungan Ngebleng dan Gunung Tumpeng terletak di wilayah Kec.Suruh.
  • Pegunungan Rong terletak di wilayah Kec.Tuntang.
  • Pegunungan Sodong terletak di wilayah Kec.Tengaran.
  • Pegunungan Pungkruk terletak di Kec.Bringin.
  • Pegunungan Mergi terletak di wilayah Kec.Bergas.

Sungai/kali dan danau/rawa di Kab.Semarang diantaranya :
  • Kali garang, yang melalui sebagian wilayah Kec.Ungaran dan Bergas.
  • Rawa Pening meliputi sebagian dari wilayah Kecamatan Jambu, Banyubiru, Ambarawa, Bawen, Tuntang dan Getasan.
  • Kali Tuntang, yang melalui sebagian dari wilayah Kecamatan Bringin, Tuntang, Pringapus dan Bawen.
  • Kali Senjoyo, melalui sebagian wilayah Kecamatan Tuntang, Pabelan, Bringin, Tengaran dan Getasan.
 
 TOPOGRAFI
 

Keadaan Topografi wilayah Kabupaten Semarang dapat diklasifikasikan ke dalam 4 (empat) kelompok, yaitu ;

  • wilayah datar dengan tingkat kemiringan kisaran 0 - 2% seluas 6.169 Ha.
  • wilayah bergelombang dengan tingkat kemiringan kisaran 2 - 15% seluas 57.659 Ha.
  • wilayah curam dengan tingkat kemiringan kisaran 15 - 40% seluas 21.725 Ha.
  • wilayah sangat curam dengan tingkat kemiringan >40% seluas 9.467,674 Ha.

 HIDROLOGI
 
Secara Hidrologi, kekayaan sumber daya air yang tersedia di Kab. Semarang meliputi :
  • Sumber Air Dangkal / Mata Air  dengan kapasitas air sebesar 7.331,2 l/dt, tersebar di 15 Kecamatan.
  • Sumber Air Permukaan / Sungai, dengan jumlah aliran sungai sebanyak 51 sungai, dengan panjang keseluruhan 350 KM dan memiliki debit total sebesar 2.668.480 l/dt.
  • Cekungan Air, merupakan aquaifer dengan produktifitas air sedang dan tinggi. Cekungan-cekungan air tersebut banyak dimanfaatkan untuk obyek wisata kolam pancing dan rumah makan.
  • Waduk, satu-satunya waduk yang dimiliki Kabupaten Semarang adalah Waduk Rawa Pening yang memiliki volume air + 65 juta m3 dengan luas genangan 2.770 Ha pada ketinggian muka air maksimal, sedangkan dengan ketinggian permukaan air minimal memiliki volume + 25 juta m3 dengan luas genangan 1.760Ha.
 
 
Sumber : 
BAPPEDA Kab. Semarang / 2008
http://www.semarangkab.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=28&Itemid=91

Sumber Gambar:
http://www.kudaki.co.cc/wp-content/uploads/2008/ungaran/ungaran.jpg

Seputar Kota Semarang


Berdirinya kota Semarang diawali dengan diangkatnya Ki Ageng Pandan Arang sebagai Bupati Semarang yang pertama oleh pemerintahan Kasultanan Demak. Sebagai pusat pemerintahaan kadipaten saat itu adalah disekitar Kanjengan, dengan peninggalan antara lain Masjid Kauman. Setelah Ki Ageng Pandan Arang wafat, digantikan oleh puteranya bernama Pandan Arang II yang diangkat oleh Kasultanan Demak pada tanggal 2 Mei 1547, yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kota Semarang. Pada masa Kasultanan Demak, Semarang berkembang pesat dengan difungsikannya Pelabuhan Semarang sebagai pelabuhan dagang dan pusat penyiaran Agama Islam. Pada abad ke-16 Portugis datang di Semarang dan membangun pemukiman di sekitar sungai Berok yang kini terkenal sebagai kawasan Kota Lama. Ketika Semarang berpindah di bawah kekuasaan Pajang dan Mataram dari Kasultanan Demak, pada tahun 1646 Belanda datang. Kemudian Belanda menempati kawasan Kota Lama dan membangun Benteng bernama De Vijfhoek.

Secara geografis Semarang terletak antara 6 derajat 50’ – 7 derajat 10’ lintang selatan dan garis 109 derajat 35’ – 110 derajat 50’ Bujur Timur, dengan batas-batas sebelah utara dengan laut Jawa, sebelah timur dengan Kabupaten Demak, sebelah barat dengan Kabupaten Kendal dan sebelah selatan dengan Kabupaten Semarang. Suhu udara berkisar antara 20 - 30 derajat Celsius dan suhu rata-rata 27 derajat Celsius.

Kota Semarang yang memiliki luas 373,70 km atau 37.366.836 Ha  terdiri dari 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan. Penduduknya sangat heterogen terdiri dari campuran beberapa etnis,  Jawa, Cina, Arab dan keturunanya. Juga etnis lain dari beberapa daerah di Indonesia yang datang di Semarang untuk berusaha, menuntut ilmu maupun menetap selamanya di Semarang. Mayoritas penduduk memeluk agama Islam, kemudian berikutnya adalah Kristen, Katholik, Hindu da Budha. Mata pencaharian pendududuk beraneka ragam, terdiri dari pedagang, pegawai pemerintah, pekerja pabrik dan petani.

Kendati warganya sangat heterogen , namun kehidupan social masyarakat Kota Semarang sangat damai. Toleransi kehidupan umat beragama sangat dijunjung tinggi. Inilah factor yang sangat mendukung kondisi keamanan sehingga Semarang menjadi kota Indonesia yang sangat baik untuk pengembangan investasi dan bisnis.

Sebagai kota Metropolitan dan ibu kota Propinsi Jawa Tengah, Semarang juga memiliki fasilitas yang sangat memadai. Disini terdapat fasilitas pelabuhan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan , fasilitas perbelanjaan ,kawasan bisnis dll.

Kota Semarang nampaknya akan terus berkembang, selain sebagai kota perdagangan juga menjadi kota jasa pariwisata. Oleh karena itu, di Smarang terus bertumbuhan hotel-hotel dari kelas melati hingga bintang. Perkembangan menjadi kota jasa itu akan ditunjang sarana transportasi udara dengan bandara Ahmad Yani yang ditingkatkan statusnya menjadi Bandara Internasional, maupun transportasi darat berupa Kereta Api (KA) dan bus dengan berbagai jurusan.

Dengan pelabuhannya yang terkenal sejak jaman Belanda, Semarang merupakan kota yang ideal sebagai gerbang masuk menuju kota-kota lain di Jawa Tengah. Berbagai kegiatan bongkar muat terjadi di pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk kemudian diangkut menuju kota-kota lain. Tak heran bila kemudian Semarang lebih dikenal sebagai Kota Transit daripada Kota Wisata. Padahal Semarang menyimpan begitu banyak keunikan yang bisa dinikmati dan obyek-obyek yang bisa dikunjungi. Sebagai Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah, Semarang merupakan pusat industri, perdagangan dan pemerintahan yang mengatur 34 kota dan kabupaten lainnya. Maka wajar bila kota ini memiliki berbagai fasilitas yang lebih baik dan lebih lengkap dibanding kota-kota lain di Jawa Tengah.

Dengan keunikan bentuk geologisnya yang jarang ditemui di kota-kota lain, Semarang seperti terbagi menjadi daerah dengan dua iklim, panas dan sejuk. Iklim yang panas terjadi karena kota berada dipesisir pantai Semarang yang merupakan dataran rendah. Sedang Iklim yang sejuk didapat karena sebagian Kota Semarang berada di lereng gunung Ungaran. Semarang selama ini dikenal sebagai kota industri dan bisnis. Tapi bukan berarti Semarang tidak memiliki tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi.Ada bangunan bersejarah seperti Tugu Muda. Tugu ini dibangun sebagai monumen untuk mengenang heroisme pejuang Semarang melawan penjajah Jepang. Kemudian ada Gereja Blenduk yang merupakan peninggalan Belanda. Museum-museum seperti Museum Ronggowarsito, Museum mandala Bakti, Museum Nyonya Meneer, Museum Jamu Jago dan Muri.

Selain bangunan kuno, Semarang juga memiliki tempat wisata bermain untuk anak-anak, Wonderia dan Istana Majapahit. Bagi yang gemar melihat keindahan alam, ada Goa Kreo, Agro Wisata Sodong, kampung Wisata Taman Lele. Saat ini di Semarang juga sedang dibangun Kebun Binatang yang lebih lengkap dan besar. Dan yang baru selesai direnovasi yaitu Klenteng Sam Poo Kong, bangunan ini sangat indah, karena merupakan perpaduan antara ornamen Cina yang sangat kental dipadu dengan bentuk atap yang mirip joglo. Untuk menunjang kebutuhan para wisatawan, Semarang juga sudah mempersiapkan hotel dari yang paling murah sampai hotel berbintang.Transportasi yang mudah dan nyaman, biro perjalanan yang siap memandu perjalanan para wisatawan. Kalau berkunjung ke Semarang, jangan lupa dengan makanan khasnya, bandeng presto dan wingko babat.


Sumber :

http://www.undip.ac.id/about/seputar-kota-semarang

Sabtu, 24 April 2010

Masjid Agung Jawa Tengah


Masjid Agung Jawa Tengah merupakan salah satu masjid termegah di Indonesia. Masjid dengan arsitektur indah ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006. Kompleks masjid terdiri dari bangunan utama seluas 7.669 m2 dan halaman seluas 7.500 m2.  Masjid Agung Jawa Tengah terletak di jalan Gajah Raya, tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Masjid yang mampu menampung jamaah tak kurang dari 15.000 ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tahun 2006. Upacara peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti setinggi 3,2 m dan berat 7,8 ton yang terletak di depan masjid. Prasasti terbuat dari batu alam yang berasal dari lereng Gunung Merapi.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga merupakan obyek wisataterpadu pendidikan, religi, pusat pendidikan, dan pusat aktivitas syiar Islam. Dengan berkunjung ke masjid ini, pengunjung dapat melihat keunikan arsitektur masjid yang merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Roma dan Arab.

Arsitektur Jawa terlihat pada beberapa bagian, misalnya pada bagian dasar tiang masjid menggunakan motif batik seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan. Ciriarsitektur Timur Tengah (Arab) terliat pada dinding masjid dinding masjid yang berhiaskan kaligrafi. Selain itu, di halaman Masjid Agung Jawa Tengah terdapat 6 payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis yang merupakan adopsi arsitektur bangunan Masjid Nabawi yang terdapat di Kota Madinah. Masjid ini juga sedikit dipengaruhi gaya arsitektur Roma. Gaya itu nampak pada desain interior dan lapisan warna yang melekat pada sudut-sudut bangunan.

Selain bangunan utama masjid yang luas dan indah, terdapat bangunan pendukung lainnya. Bangunan pendukung itu di antaranya: auditorium di sisi sayap kanan masjid yang dapat menampung kurang lebih 2.000 orang. Auditorium ini biasanya digunakan untuk acara pameran, pernikahan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sayap kiri masjid terdapat perpustakaan dan ruang perkantoran yang disewakan untuk umum. Halaman utama masjid yang terdapat 6 payung hidrolik juga dapat menampung jamaah sebanyak 10.000 orang.

Keistimewaan lain masjid ini berupa Menara Asmaul Husna (Al Husna Tower) dengan ketinggian 99 m. Menara yang dapat dilihat dari radius 5 km ini terletak di pojok barat daya masjid. Menara tersebut melambangkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Dipuncak menara dilengkapi teropong pandang. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati udara yang segar sambil melihat indahnya Kota Semarang dan kapal-kapal yang sedang berlalu-lalang di pelabuhan Tanjung Emas.

Di masjid ini juga terdapat Al qur`an raksasa tulisan tangan karya H. Hayatuddin, seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari Wonosobo, Jawa Tengah. Tak hanya itu, ada juga replika beduk raksasa  yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas, Jawa Barat.

Di area Masjid Agung Jawa Tengah terdapat berbagai macam fasilitas seperti perpustakaan, auditorium, penginapan, ruang akad nikah, pemandu wisata, museum kebudayaan Islam, cafe muslim, kios-kios cenderamata, buah-buahan, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga berbagai macam sarana hiburan seperti air mancur, arena bermain anak-anak, dan kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung berputar mengelilingi kompleks masjid ini.

Untuk memasuki kawasab Masjid Agung Jawa Tengah, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun, jika pengunjung ingin memasuki area tertentu seperti Menara Asmaul Husna, pengunjung diwajibkan membayar Rp 3.000 per orang untuk jam kunjungan antara pukul 08.00—17.30 WIB. Dan apabila pengunjung datang pada jam 17.30—21.00 WIB tarif tersebut meningkat menjadi Rp 4.000 per orang. Bagi pengunjung yang ingin menggunakan teropong yang terdapat di Menara Asmaul Husna itu, maka pengunjung harus mengeluarkan ongkos tambahan sebesar Rp 500,- per menit.

Pada saat liburan, masjid banyak di kunjungi wisatawan yang berasal dari berbagai daerah. Bahkan beberapa turis manca negara, khususnya muslim banyak yang melunagkan waktu berkunjung ke masjid ini untuk beribadah sekaligus berwisata.  


Sumber:

http://visitsemarang.com/artikel/masjid-agung-jawa-tengah


 

Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang


Bingung mengisi waktu liburan anak-anak? Coba deh, ajak mereka melakukan kegiatan yang bisa memancing mereka untuk lebih mengenal sejarah dan peradaban manusia.

Kota Semarang, Jawa Tengah, bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengajak anak-anak berwisata sejarah.

Banyak bangunan-bangunan peninggalan sejarah yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) yang harus dilindungi berdasarkan Surat Keputusan Wali Kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Semarang Nomor 646/50 2 tanggal 4 Februari 1992.

Di lihat dari usianya, rata-rata bangunan-bangunan tersebut berusia lebih dari seratus tahun. Bangunan-bangunan yang sampai saat ini berdiri kokoh tersebut bisa menjadi sarana pengetahuan untuk anak-anak generasi masa kini.

Di antara sekian banyak lokasi bersejarah, berikut tempat-tempat yang bisa dijadikan sebagai wisata sejarah:

1. Kelenteng Sam Poo Kong

Kelenteng ini dibangun pertama kali pada tahun 1724 oleh masyarakat Tionghoa di Semarang, sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Zheng He atau yang lebih dikenal dengan nama Laksamana Cheng Ho, yang dianggap sebagai leluhur mereka. Pada perkembangannya, Kelenteng Sam Poo Kong mengalami perubahan bentuk setelah dibangun kembali pada tahun 2002. Tak hanya sebagai tempat peribadatan, lokasi ini menjadi tempat kunjungan wisata tak hanya dari dalam negeri, tetapi juga wisatawan mancanegara. Nama Sam Poo Kong diambil sebagai kehormatan buat Zheng He, yang berarti leluhur.

Di kelenteng yang berada di lahan seluas 3,7 hektar tersebut, terdapat kelenteng utama, yang di dalamnya terdapat gua yang diyakini menjadi tempat tinggal dan berlindung Zheng He saat terdampar di pantai Simongan, lokasi, yang kini berdiri kokoh, bangunan Kelenteng Sam Poo Kong.

Di ruangan terdapat tiga tempat pemujaan yang berdiri sendiri yakni:

A. Tempat sembahyang arwah Ho Ping. Arwah para pasukan armada Zheng He yang tidak bersanak keluarga yang mungkin belum memperoleh tempat di alam baka.

B. Tempat pemujaan Nabi Khong Tju. Tempat ini digunakan untuk mengenang dan menghormati Nabi Khong Tju, peletak dasar moral China.

C. Tempat Pemujaan Mbah Kyai Jangkar, digunakan sebagai alat konsentrasi dalam sembahyang.

Jumlah kunjungan wisatawan ke Kelenteng Sam Poo Kong biasanya akan meningkat bersamaan dilangsungkannya acara-acara khusus, seperti Tahun Baru China, upacara mohon berkah setiap malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon. Ada juga upacara menyambut Hari Ulang Tahun kedatangan armada pimpinan Laksamana Zheng He atau Sam Poo Tay Djien atau juga Sam Poo Kong.

Tahun ini perayaan ulang tahun kedatangan Zheng He akan memasuki usia yang ke-604 tahun. Perayaan tahun 2009 akan jatuh pada tanggal 19 Agustus mendatang.

2. Masjid Layur Semarang

Lokasi Masjid Layur terletak di Jalan Layur Kampung Melayu. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Semarang yang masih kokoh berdiri. Tak sulit untuk menemukan lokasi masjid ini. Dari arah Pasar Johar mengikuti jalur putar yang menuju arah kantor pos atau arah Stasiun Tawang. Dari rel kereta api di depan Jalan Layur, menara masjid sudah bisa terlihat dari kejauhan. Masjid tersebut dibangun pada tahun 1743 oleh penduduk yang sebagian besar menghuni kawasan tersebut berasal dari ras Melayu.

Hal yang unik dari masjid ini adalah bentuk bangunan yang kental dengan bangunan di Timur Tengah. Hal tersebut tampak pada menara yang berdiri kokoh di depan pintu masuk masjid. Adapun bangunan utama masjid bergaya khas Jawa dengan atap masjid susun tiga.

Dari gaya arsitekturnya, Masjid Layur merupakan percampuran dari tiga budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Dari segi keasliannya, Masjid Layur masih seperti pertama kali dibuat. Hanya ada sedikit perbaikan dan penggantian pada bagian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola di sisi kanan masjid.

Hingga saat ini, Masjid Layur masih dipergunakan oleh warga sekitar untuk beribadat.

3. Masjid Kauman

Masjid ini dijadikan sebagai Masjid Agung Semarang (MAS). Terletak di sebelah Pasar Johar Semarang. Masjid ini disebut-sebut sebagai masjid tertua yang ada di Jawa. Menilik catatan yang tertera dari prasasti di gerbang masuk masjid tertulis dalam bahasa Belanda, masjid ini sudah ada sejak tahun 1750 atau sekitar abad ke-18. Masjid ini diyakini sebagai masjid terbesar di Semarang pada zamannya. Di dalam masjid terdapat beberapa tiang beton raksasa sebagai penopang atap masjid. Terdapat pula mimbar khotbah yang terbuat dari ukiran kayu jati. 4. Gereja Blenduk

Salah satu gedung bersejarah yang cukup unik di Semarang. Berlokasi di Jalan Suari, yang dahulunya bernama Kerk Straat (Jalan Gereja).

Gereja Blenduk dikenal karena keistimewaan kubahnya yang mirip dengan kubah masjid. Kemudian, pada sisi bangunan, timur, selatan, dan barat terdapat portico atau serambi bertiang bergaya Dorik Romawi yang beratap pelana.

Gereja Blenduk dibangun pada tahun 1753, yang awalnya berbentuk rumah panggung Jawa. Kondisi tersebut bisa dilihat dari peta kota Semarang pada tahun 1756. Pada tahun 1787 rumah panggung dirombak total dan kembali mengalami perubahan tujuh tahun kemudian.

Baru tahun 1894, oleh H.P.A de Wilde dan Wetmas Gereja Blenduk mendapatkan bentuknya hingga saat ini.

5. Lawang Sewu

Salah satu tempat yang asyik untuk dikunjungi adalah Gedung Lawang Sewu atau Pintu Seribu. Penamaan ini diberikan oleh masyarakat sekitar lantaran gedung ini memilik banyak pintu. Tak diketahui pasti berapa tepatnya pintu yang terdapat di bangunan bekas kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS ini. 

Menurut Agus, salah satu pemandu wisata gedung tua Lawang Sewu, pamor Lawang Sewu mulai menonjol ketika dijadikan lokasi syuting Uji Nyali yang dipandu Harry Panca dan ditayangkan salah satu stasiun televisi. Gedung ini dianggap punya kekuatan mistis dan angker oleh masyarakat sekitar.  Meski begitu, bukan berarti gedung ini tak layak dikunjungi. Ornamen-ornamen bangunan tersebut masih orisinal, termasuk sebuah hiasan kaca patri di salah satu bagian bangunan bekas peninggalan zaman Belanda dahulu. Lawang Sewu dibangun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.

Setelah masa kemerdekaan, gedung ini pernah dipakai untuk kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI). Karena nilai historis yang dimilikinya, Lawang Sewu oleh pemerintah kota dijadikan sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno yang harus dilindungi.

Nah, jika Anda berencana mengunjungi Kota Semarang, ada baiknya singgah di lokasi-lokasi di atas. Dijamin, Anda bisa berkesempatan menjelajah sebuah peradaban yang belum pernah Anda singgahi sebelumnya. Sebuah peninggalan dari zaman baheula. (EH)

 

Sumber :

http://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang

1 Juli 2009