Minggu, 25 April 2010

Profil Kabupaten Semarang


Kabupaten Semarang yang beribukota di Ungaran memiliki luas wilayah secara keseluruhan 981,95 km dan terbagi menjadi 18 Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang dan Kabupaten Demak di sebelah utara, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang di sebelah selatan, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Grobogan di sebelah barat, serta Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Kendal di sebelah timur. 

Letak Kabupaten Semarang yang sangat strategis pada persimpangan segi tiga Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang (Joglosemar), sepatutnya memberikan kemudahan bagi berkembangnya industri pengolahan, kelebihan-kelebihan lain yang mendukung adalah tersedianya sumber air yang berlebih, bukan daerah banjir, ada lokasi untuk industri, dekat dengan pelabuhan udara (Solo, Semarang, Yogyakarta), serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Industri besar dan menengah biasanya berlokasi di koridor jalan Semarang-Yogyakarta dan Semarang-Solo di Kecamatan Ungaran, Bergas, Pringapus, Bawen, dan Tengaran. 

Pemilihan zona industri di koridor tersebut untuk mempermudah akses distribusi bahan baku dan hasil produksi dari dan ke tempat tujuan. Sebagian besar industri besar atau menengah ini merupakan industri manufaktur dan berorientasi ekspor. Seperti PT Ungaran Sari Garment, PT Apac Inti Corpora, PT Sido Muncul, PT Batam Tekstil Industri, PT Fixo Furniture yang merupakan perusahaan eksportir dengan bahan baku industri besar berasal dari luar Kabupaaten Semarang, meski ada pula yang memenfaatkan hasil pertanian setempat seperti perusahaan PT Sido Muncul. 

Untuk industri kecil yang ada lokasinya tesebar di seluruh kecamatan komoditas yang dihasilkan pun bermacam-macam dan sebagian besar merupakan agroindustri. 

Hasil-hasil pertanian dari akbaupaten yang bertopografi pegunungan dan perbukitan ini memanng cukup berlimpah, oleh karena itu masuk akal kalau pertanian tanaman pangan menjadi kkegiatan ekonomi terbesar kedua setelah industri pengolahan yang terutama padi dengan hasilnya bisa menyuplai kebutuhan beras penduduk si Kota Semarang dan Kota Salatiga. 

Selain padi terdapat ubi kayu dan ubi jalar yang hasilnya berlimpah juga kemudian di berbagai tempat muncul indutri keripik ketela, tepung kasava berbahan baku ubi kayu dan ubi jalar tersebut. Masih berkaitan dengan tanaman umbi-umbian, pengusaha Jepang menanam komoditas mentimun Jepang Karimori ubi jalar Ibaraki dan terong ungu di Kabupaten Semarang, di Kabupaten Semarang saja, tetapi juga di daerah-daerah lain yang memang iklimnya cocok untuk tanaman tersebut, seperti Kabupaten Boyolali. Produk pertanian tersebut kemudain diolah dalam produk setengah jadi di PT Tunas prospecta dan PT Prakarsa Tiga Utama di daerah Butuh, yang selanjutnya dibawa ke Jepang untuk diolah llebih lanjut menjadi makanan khas Jepang. 

Hasil pertanian lain berasal daaari usaha buah-buahan seperti kelelngkeng, durian, alpukat, pisang, nangka, salak nglumut, daan manggis.Klengkeng jenis batu dan kopyor cukup dikenal di Kota Semarang dan DKI Jakarta. Produksi tanaman hias juga tidak kalah dengan daerah-daerah di Jawa, meski baru bisa menghasilkan krisan, aster, galdiol, dan sedap malam.


Sumber Data: 
Jawa Tengah Dalam Angka 2007
(01-10-2007)
BPS Provinsi Jawa Tengah
Jl. Pahlawan 6, Semarang 50241
Telp (024) 8311242, 8412802
Fax (024) 8311195


Sumber :

http://regionalinvestment.com/sipid/id/displayprofil.php?ia=3322



Sumber Gambar:

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5b/Locator_kabupaten_semarang.png

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar